Wallahu A`alam

" Ilmu : Entah! Emboh! Ga Roh! "

Pengalaman Gaib Penulis

Suatu hari penulis berburu,dengan membawa senapan bermerk AirGun(harga 2,5jt). Kala melewati titian sungai yang lebarnya tak lebih 25CM,ada seekor burung bayan sedang bertengger di salah satu dahan. Dengan sigap penulis pasang posisi untuk membidik bayan tersebut, dooorrr…! melesatlah satu peluru dan bersarang tepat di kepala si bayan. Senapan penulis tinggal di titian,dengan sedikit tergopoh-gopoh, penulis tanpa sadar meletakkan posisi senapan kurang tepat(miring). Di kala mengambil burung tadi,senapan itu terjatuh ke dalam sungai. Waduh…! Sontak penulis bergumam dalam hati. “Sungai inikan dalam, di tambah lagi air yang deras seperti ini pastilah senapan itu hanyut dan pasti sangatlah susah untuk dicari.” Dengan termenung di tepi sungai, tanpa sadar ada sosok gaib putih mendekati seraya berkata : “Apa yang engkau sedihkan di pinggir sungai seperti ini wahai pemburu?” penulispun menjawab dengan pasrah seakan-tidak memperdulikan siapa yang bertanya tadi : “Senapanku terjatuh di sungai ini wahai sang gaib”. Sesaat kemudian sosok Gaib itu hilang dan muncul lagi dengan membawa senapan emas Golden Saver(harga 18jt). “Apakah ini senapanmu?” Tanya sosok misterius itu. “Bukan,bukan itu senapanku wahai Gaib.” timpal penulis. Kemudian sosok itu hilang dan kembali lagi dengan membawa senapan dari perak Hanting Master(harga 11jt): “Apakah ini senapanmu wahai pemburu?” lagi-lagi penulis jawab : “Bukan,bukan itu senapanku.” Tak lama lagi sosok itu hilang dan kembali lagi dengan membawa senapan AirGun, ” Apakah ini senapanmu?” Dengan tegas penulis menjawab : ” Iya, betul itu senapanlku wahai Gaib.” Karena sifat kejujuranmu ini maka, semua senapan itu sekarang aku berikan padamu hai pemburu.Timpal sosok Gaib itu memberikan hadiah buah kejujuran penulis.

Dilain hari penulis termenung kembali di tepi sungai, dengan menangis tersedu-sedu, tak lama kemudian muncul lagi sosok Gaib yang misterius,sambil bertanya : “Apa yang engkau tangisi wahai pemburu.” Dengan terbata-bata penulis menjawab : “Istriku waktu nyuci pakaian disi tadi terjatuh dan hanyut kesungai ini wahai Gaib… Dengan terisak-isak menjawab pertanyaan Gaib tadi. Tak lama kemudian sosok Gaib itu hilang dan kembali lagi dengan membawa Luna Maya, “Apakah ini istrimu wahai pemburu?”. Dengan lugas penulispun menjawab : “Iya, betul itu istriku!” Sontak Sang Gaib tadi sedikit marah, dan balik lagi bertanya kepada penulis,

“Wahai pemburu, mana sifat kejujuranmu yang dulu pernah ada dalam hatimu?” Kenapa kini engakau jadi pembohong, dahulu karena kejujuranmu itu aku beri engkau hadiah!” Penulispun menjawab seakan tiada beban : “Wahai Sang Gaib, jika aku jawab bukan, maka engkau akan hilang dan kembali dengan membawa Dini Aminarti, lalu engkau hilang dan kembali lagi dengan membawa istriku yang sebenarnya, dan aku akan menjawab iya betul itu istriku. Maka buah kejujuranku itu akan engkau beri hadiah semua wanita-wanita itu. Yang jadi beban, jika engkau berikan semua wanita itu, bagai mana mungkin aku bisa menghidupi dan mencukupi kebutuhan mereka. Sedang dengan satu istri saja aku sudah kewalahan untuk membimbingnya. hehehehe….. Dasar pemburu yang iseng!

WaLLahu A`aLam

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: