Wallahu A`alam

" Ilmu : Entah! Emboh! Ga Roh! "

Hakikat Hidup

Menurut ajaran wali songo, ajaran ini berisi tentang hakikat hidup agar menjadi bijaksana terhadap sangkan paran dan agar mencapai kemuliaan dalam keadaan jati, yang bersumber dari firman Allah Ta’ala. Pada zaman dahulu, ajaran ini dirahasiakan oleh para wali. Namun sekarang telah dibuka, dijelaskan dengan terang-terangan agar orang-orang dapat mengetahui asal kejadian sampai pada kesempurnaan ajal. Adapun uraiannya sebagai berikut :

Pertama tentang asal kejadian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala yang penjelasannya sebagai berikut : Roh rohani bercampur dengan roh jasmani, bertambah dari Kodrat Allah Ta’ala. Kemudian ia menetes di bumi yang suci ( rahim)

Sesudah berusia sekitar satu bulan, ia sudah mendapat tambahan kontha dari Nur Muhammad. Karenanya, ketika berada dalam bumi suci ia sudah dapat bergerak. Sesudah berusia sekitar dua bulan, ia sudah dapat warna dari Nabi Muhammad. Karenanya, ketika dalam kandungan ia sudah dapat berdenyut seperti layaknya manusia.

Sesudah berusia sekitar tiga bulan, berdasarkan firman Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad, ia dalam kandungan ia sudah dapat bergerak. Peribahasannya adalah , idham-idham kawaran dari Kodrat Allah Ta’ala.

Sesudah empat bulan, berdasarkan firman Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad, ia akan mendapat tambahan otak. Oleh karena itu, ia dalam kandungan ia sudah dapat memiliki keinginan.

Sesudah berusia lima bulan, berdasarkan firman Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad, ia akan mendapat tambahan otot. Oleh karena itu ia dalam kandungan ia sudah dapat bergerak perlahan-lahan.

Sesudah berusia sekitar enam bulan, berdasarkan firman Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad, ia akan mendapat tambahan tulang. Oleh karena itu ia sudah dapat naik-turun dan jungkir balik.

Sesudah berusia tujuh bulan, berdasarkan firman Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad, ia akan mendapat rupa. Ia juga mendapat tambahan dari Kodrat Allah Ta’ala seperti rambut, darah, dan daging.

Sesudah berusia sekitar delapan bulan, berdasarkan firman Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad, calon anak ini sudah dapat mengoprasikan saudara yang empat dan lima pusar. Saudara yang empat tersebut adalah sebagai berikut.

Pertama : kakawah (air ketuban)

Kedua : bungkus

Ketiga : ari-ari

Keempat : darah

Penjelasannya : Kekawah artinnya menjadi pengasih. Bungkus menjadi kekuatan. Darah artinya waliyas mati, maka hendaklah diketahui bahwa Kekawah itu adalah Malaikat Jibril, Bungkus adalah Malaikat Mikail. Ari-ari adalah Malaikat Israfil, dan darah adalah Malaikat Izrail.

Jibril berada pada kulit. Mikail berda pada tulang. Israfil berada pada otot. Izrail berada pada daging. Akhirnya selamatlah sentosa, semua itu tidak kelihatan karena Kodrat Allah.

Setelah berusia sekitar sembilan bulan, ia akan berwujud bayi. Berdasarkan firman Allah Ta’ala kepada Nabi Muhammad, ada empat hal yang di anugrahkan Allah Ta’ala dengan Kodrat-Nya sebagaimana tersebut dibawah ini

Pertama : budi

Kedua : rahsa

Ketiga : angan-angan

Keempat : hidup

Kemudian Nabi Muhammad menambahkan ambuh atau kemantapan kepadanya dengan disertai dengan bacaan syahadat jati. Artinya shyahadat jati adalah makrifat kepada Dzat Allah. Diharapkan kelak ia akan teguh hati terhadap Dzat yang tidak akan mati.

Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi Muhammad SAW, Aku berkenan mengatur istana yang berada di dalam dada manusia. Didalam dada itu ada hati, di antara hati itu ada jantung, dijantung itu ada budi, di dalam budi ada jinem, di dalam jnem itu ada sukma, di dalam sukma itu ada rahsa, di dalam rahsa itu ada Aku. Tidak ada Tuhan selain Aku.

Setelah itu menjadi bayi, akhirnya dibukalah Kodrat Allah Ta’ala, ia lahir dari kandungan dan menangis. Keadaan bayi saat itu dapat disebut hidup, dalam zaman yang Maha Mulia.

Apabila bayi tersebut lahir dari kandungan setelah sepuluh atau sebelas bulan, maka berari kekeliruan perhitunga, karena tidak memperhatikan pengeluaran rahsa. Allah Ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar menyertai Hijab Dzat elok padanya untuk menentukan waktu kelahiran dari kandungan ibunya selama sembilan bulan. Disitu, disertakan pula kotoran tahi tahun, tahi kalong, cacing kalung, cacing tembaga, yang semua itu akhirnya akan mendatangkan nafsu lawwarnah.

Wallahu A’alam

 

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: